Candi Wonorejo Madiun
Candi Wonorejo merupakan salah satu situs bersejarah yang berada di Desa Wonorejo, Kec. Mejayan, Kab. Madiun.
Candi Wonorejo merupakan peninggalan purbakala dari jaman Majapahit, berbentuk Lingga dan Yoni yang masih utuh. Lingga memiliki dimensi yang mengesankan dengan tinggi 70 centimeter dan lebar 31 centimeter, sementara Yoni memiliki panjang 163 centimeter, lebar 120 centimeter, dan tinggi 92 centimeter. Denah bangunan intinya berbentuk persegi dengan ukuran 14×14 meter.
Candi Wonorejo berlokasi di desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Secara akses cukup mudah dijangkau dan berlokasi tidak jauh dari Kota Caruban. Hanya saja untuk parkir agak sulit, jadi tidak disarankan datang dengan rombongan besar. Cocok untuk rombongan kecil.
Letak Candi tidak jauh dari jalan utama desa. Dari arah Kota Madiun bisa ditempuh sekitar 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Lokasinya tenang dan dikelilingi area persawahan, membuat suasana terasa sejuk dan alami.
Candi Wonorejo terbuka untuk umum dan bisa dikunjungi siapa saja tanpa dikenakan biaya masuk. Candi ini cocok dikunjungi untuk keperluan edukasi, penelitian, atau sekadar wisata sejarah bersama keluarga maupun rombongan sekolah.
Akses menuju lokasi cukup mudah, bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari arah barat, pengunjung bisa melalui jalan raya Mejayan - Caruban, kemudian belok ke arah selatan menuju Desa Wonorejo. Ikuti penunjuk jalan menuju situs candi.
Lingkungan sekitar bukan kawasan komersial, namun masyarakat sekitar cukup ramah terhadap pengunjung. Jika ingin mencari makanan atau minuman, ada beberapa warung kecil yang berjualan di sekitar desa.
Candi ini belum memiliki fasilitas pendukung seperti pusat informasi atau toilet umum. Namun tempat ini tetap menarik untuk dikunjungi, terutama bagi pecinta sejarah dan budaya lokal. Suasana yang tenang menjadikan Candi Wonorejo sebagai salah satu tempat yang layak untuk dijelajahi di wilayah Madiun.
Candi Wonorejo memang tidak dibuka untuk wisata hiburan/pelesir seperti candi-candi besar, lebih ke cagar budaya untuk menjaga budaya & sejarah bangsa. Sehingga jangan berharap akan ada fasilitas seperti di candi-candi besar yang memang dibuka untuk wisata, seperti food court, toilet, mushola, dan lain-lain.